rssrss

Sabtu, 06 Maret 2010

Cara Kerja Memori Otak Kita

Seorang pakar dari Duke University, David Rubin mencoba mempelajari cara kerja memori otak manusia. Bagaimana cara kerjanya? Untuk menngetahui jawaban ini, cobalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Apa nama ibukota negara Filipina ?
2. Apa kalimat pertama dari lagu Padamu Negeri ?
3. Bagaimana gambar dari lukisan 'monalisa' yang terkenal itu ?
4. Apa anda ingat bagaimana bentuk rumah anda ketika anda masih kecil sekali ?
5. Wajah cantik siapa yang pernah anda kenal dalam kehidupan anda ?
6. Apa sih pengertian dari kata "kebenaran" itu ?
7. Bagaimana bentuk jeruk nipis itu ?

Nah, 7 hal pertanyaan ini memberikan sensasi yang berbeda pada otak kita. Ketika anda ditanyai pengertian dari kebenaran, pikiran anda akan melebar kemana-mana. Kebenaran rasanya abstrak. Lalu ketika anda menjawab pertanyaan jeruk nipis, anda ingat rasanya yang kecut. Tiba-tiba di mulut anda keluar air liur. Ketika anda ditanyai wajah siapa yang tercantik yang kita kenal, maka anda mencari-cari di waktu kecil siapa yang tercantik. Bila anda ditanya lagu Padamu Negri, tiba-tiba ada musik berputar di otak anda. Dan saat ditanya ibukota Filipina anda teringat saat pelajaran IPS di waktu sekolah dasar.

Ternyata ingatan kita tentang sesuatu itu bukanlah seperti laci-laci di lemari buku kita. Tapi seperti 'velcro', karena itu teori ini dinamakan sebagai 'Theory Velcro Theory of Memory'. Velcro itu ada 2 barang, barang yang satu seperti plastik dan yang lainnya seperti kumpulan benang. Kalau ditempelkan keduanya menjadi lengket, kalau ditarik kret.. kret.. lepas. Seperti tutupnya sepatu atau jaket dan barang-barang lain. Ini penemuan menarik di abad ini. Jadi velcro ini kalau ditempelkan lekat, kalau ditarik lepas.

Ingatan kita seperti itu. Banyak kaitan antara ingatan satu dengan lainnya. Saling berkaitan, saling menyambung. Sehingga bila kita lupa menjadi ingat kembali kalau kita diingatkan dengan mengaitkan sesuatu yang sudah diingat.

Kita mampu membuat lebih banyak sensasi dengan rasa, ingatan akan lebih mudah diingat dengan sesuatu yang relevan. Orang lebih mudah mengingat jeruk nipis daripada mengingat penegertian kebenaran itu seperti apa. Dan dengan mengetahui ini maka bila kita membuat iklan, membuat suasana hotel, membuat suasana restoran, buatlah sesuatu yang mengesankan sebagai rasa, misal suasana ruang, pelayanan dan lainnya. Jadi kalau kita bisa memberikan sensasi lebih banyak, maka ingatan pelanggan akan lebih mudah menangkap dan mengingatnya. Ilmu neuroscience dalam membedah teknologi otak manusia masih dalam fase dini. Kita mulai belajar mengerti tentang bagaimana kita mengingat sesuatu. Manfaatkan apa yang mulai kita ketahui dan pelajari untuk kepentingan bisnis dan kehidupan kita.

Trim's . . .

Kembali Ke Beranda Blog

0 komentar:


Posting Komentar

 
Terima kasih atas kunjungannya

Pengunjung Blog

Pengikut